- BEM SI SIAP MENJADI PELOPOR PERJUANGAN PENDIDIKAN DAN MENJAGA KONDUSIFITAS DI YOGYAKARTA
- ALIANSI MAHASISWA UNY SIAP MEMPERJUNGKAN KEBEBASAN PERDANA ARIE DAN MENJAGA SLEMAN TETAP KONDUSIF
- SATGAS DPC PDIP KABUPATEN SLEMAN PERKUAT SOLIDITAS DAN KOMITMEN JAGA KAMTIBMAS
- KOMITMEN ALIANSI RAKYAT PEDULI INDONESIA (ARPI) DALAM MENJAGA INTEGRITAS DAN KEAMANAN DI KABUPATEN S
- KELUARGA MADURA YOGYAKARTA SIAP MEMBANTU MENCIPTAKAN SITUASI KAMTIBMAS YANG KONDUSIF DI KABUPATEN SL
- BRIGADE JOXZIN SATU KOMANDO PAKEM TEGASKAN KOMITMEN JAGA KAMTIBMAS
- SINERGI DPW FRONT PERSAUDARAAN ISLAM DIY DALAM MENJAGA KAMTIBMAS DI BUMI SEMBADA
- PAGUYUBAN PEDAGANG PASAR JANGKANG JAGA HARGA SEMBAKO MENJELANG HARI RAYA NATAL DAN TAHUN BARU 2025/2
- SEKOLAH POLITIK 101 DUKUNG SLEMAN TETAP AMAN
- LASKAR MACAN LORENG KABUPATEN SLEMAN BERKOMITMEN MENJAGA KAMTIBMAS SLEMAN KONDUSIF
PWI-LS SLEMAN SIAP JAGA KONDUSIFITAS SLEMAN
PWI-LS Sleman Siap Menjadi Pengawal Tradisi Walisongo dan Kiyai Nusantara Namun Menjamin untuk Menjaga Kabupaten Sleman Tetap Kondusif
Organisasi-organisasi ini memiliki
fokus yang berbeda, mulai dari perlawanan terhadap penjajah, pendidikan, sosial
keagamaan, hingga gerakan politik dan keagamaan yang bertujuan memajukan
masyarakat dan menegakkan ajaran Islam.
Jumlah pasti Ormas Islam di Indonesia
sulit ditentukan secara definitif karena terus bertambah dan bervariasi
tergantung pada data dari lembaga pendaftaran seperti Kemendagri dan
Kemenkumham, serta belum adanya data terpusat yang selalu diperbarui secara
keseluruhan. Namun, dapat dipastikan ada ratusan hingga ribuan.
Baca Lainnya :
- GABUNGAN ALUMNI UNIVERSITAS GADJAH MADA SIAP JAGA SITUASI SLEMAN0
- BEM NUSANTARA SIAP, CIPTAKAN KABUPATEN SLEMAN KONDUSIF0
- BERKAITAN DENGAN MASALAH KANDANG BABI, MASYARAKAT DESA TLOGOADI MLATI KOMITMEN JAGA KONDUSIFITAS 0
- TERKAIT PROTES MASALAH ATURAN ODOL , ALIANSI SOPIR TRUK JOGJAKARTA SIAP DUKUNG JOGJA AMAN0
- HAMKA SAJADAH BERKOMITMEN MENJAGA KAMTIBMAS KABUPATEN SLEMAN KONDUSIF0
Ormas Islam turut berperan dalam
membentuk identitas nasional Indonesia dan mempersatukan umat Islam dalam
perjuangan meraih kemerdekaan. Baru baru ini banyak berita tentang ormas Islam
yaitu PWI LS yang memenuhi laman berita baik media ofline mupun media online.
PWI LS adalah singkatan dari
Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah, sebuah organisasi masyarakat
(ormas) yang dibentuk oleh sejumlah tokoh Nahdliyin sebagai respons terhadap
polemik seputar habib keturunan Arab dari klan Ba'Alwi.
Ormas ini mengusung semangat mengawal
tradisi Walisongo dan kiai Nusantara, serta menjadi penyeimbang narasi
keagamaan yang dinilai tidak sejalan dengan nasionalisme dan Pancasila,
meskipun bukan bagian dari Nahdlatul Ulama (NU) secara resmi.
Sejak didirikan, PWI LS berkembang
cepat di berbagai wilayah, khususnya di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Saat ini,
ormas tersebut telah memiliki pengurus dan anggota di hampir setiap
kabupaten/kota di provinsi tersebut. PWI LS dikenal aktif dalam pengkaderan
berbasis nilai-nilai Walisongo, serta melakukan konsolidasi sosial dan ekonomi
di antara para anggotanya.
Belum lama ini publik juga digemparkan
dengan adanya beberapa kejadian penolakan terhadap Habib. Penolakan PWI LS
terhadap kehadiran Habib bukan kali pertama. Mereka konsisten bersikap kritis
terhadap figur-figur agama yang dianggap membawa narasi kebencian, radikalisme,
atau bertentangan dengan nilai kebhinekaan.
PWI LS di wilayah Kabupaten Sleman
bersekretariat di Ponpes Qasrul Arifin Ploso Kuning III, Minomartani, Kec.
Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan ketua PWI LS Sleman
yaitu KH Ruhullah Taqi Murwat (pengasuh Ponpes Qasrul Arifin). PWI LS Sleman
sendiri siap menjadi menjadi pengawal tradisi Walisongo
dan Kiyai Nusantara, namun demikian mereka sepakat mengawal dengan tetap
menjaga kondusifitas di Yogyakarta khususnya Kabupaten Sleman.
KH Ruhullah Taqi Murwat (pengasuh
Ponpes Qasrul Arifin) sendiri menyatakan siap menjadi pelopor ormas Islam di
wilayah Yogyakarta khususnya Kabupaten Sleman untuk turut serta bersama sama
elemen masyarakat, Polri dan TNI dalam menjaga kabupaten Sleman supaya tetap aman
dan damai. (SBD)






