<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> 
  <rss version="2.0"><channel> 
				<title>RSS Warta Sleman - Berita Terkini Seputar Sleman</title> 
				<description></description>
				<link>https://news.wartasleman.com/</link> 
				<language>id-id</language><item>
						                <title>BEM UNY SUARAKAN AKSI GERAKAN PEMBEBASAN TAHANAN POLITIK </title>
						                <link>https://wartasleman.com/berita/detail/bem-uny-suarakan-aksi-gerakan-pembebasan-tahanan-politik-</link>
						                <description>Kabupaten Sleman
adalah salah satu kabupaten yang berada di Kabupaten Sleman yang merupakan
Provinsi di Indonesia dengan memiliki sebuah keistimewaan. Bukan hanya namanya
saja yang istimewa melainkan juga wilayahnya,yang merupakan miniatur Indonesia dengan segudang
masyarakat yang majemuk baik Ras, Suku dan Agama.   Banyak sekali organisasi –
organisasi / Kelompok masyarakat yang ada di Kabupaten Sleman, mulai dari
organisasi Kemahasiswaan, Masyarakat dan kelompok di Kabupaten Sleman, yang
kritis terhadap kebijakan Pemerintah yang dianggap tidak berpihak dan merugikan
masyarakat yang tentunya dapat mempengaruhi situasi kamtibmas wilayah Kabupaten
Sleman.  Badan Eksekutif Mahasiswa
Universitas Negeri Yogyakarta (BEM UNY) menyatakan rencana aksi gerakan sebagai
bentuk sikap dan kepedulian mahasiswa terhadap isu hak asasi manusia, khususnya
terkait ditahannya salah satu Mahasiswa pasca aksi unjuk rasa. Aksi ini
diinisiasi sebagai upaya mendorong terciptanya situasi yang kondusif, terutama
di wilayah Kabupaten Sleman. Mahasiswa BEM UNY menyampaikan
bahwa gerakan tersebut berlandaskan pada nilai-nilai demokrasi, keadilan, serta
penghormatan terhadap hak asasi manusia. Menurutnya, pembebasan demokrasi/
unjuk rasa merupakan langkah penting guna meredakan ketegangan sosial dan
menciptakan ruang dialog yang sehat antara masyarakat sipil dan pemerintah. Aksi ini bukan dimaksudkan untuk
menciptakan kegaduhan, melainkan sebagai seruan moral agar penyelesaian terkait
ditahannya salah satu Mahasiswa pasca aksi unjuk rasa. Kami ingin situasi di
Sleman dan sekitarnya tetap aman, damai, serta kondusif,” ujar perwakilan BEM
UNY. BEM UNY menegaskan bahwa rencana
aksi akan dilaksanakan secara damai, tertib, dan sesuai dengan ketentuan hukum
yang berlaku. Mahasiswa juga berkomitmen untuk mengedepankan dialog, aspirasi
intelektual, serta pendekatan persuasif dalam menyampaikan tuntutan. 



























Selain itu, BEM UNY mengajak
seluruh elemen masyarakat, mahasiswa, serta pemangku kebijakan untuk
bersama-sama menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban umum. Sinergi antara
masyarakat sipil dan pemerintah dinilai menjadi kunci utama dalam mewujudkan
kondisi sosial-politik yang harmonis di Kabupaten Sleman.</description>
					                </item><item>
						                <title>SATGAS CAKRA BUANA SIAP JAGA KONDUSIFITAS SLEMAN</title>
						                <link>https://wartasleman.com/berita/detail/satgas-cakra-buana-siap-jaga-kondusifitas-sleman</link>
						                <description>Satgas Cakra Buana adalah salah satu satuan tugas (satgas) yang dibentuk oleh Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P). Satgas Cakra Buana dibentuk untuk menangani masalah-masalah internal partai, terutama dalam menyelesaikan sengketa-sengketa antaranggota PDI-P. Satgas Cakra Buana juga bertugas untuk mengawasi kinerja anggota partai serta melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang diambil oleh partai. Satgas Cakra Buana pertama kali dibentuk pada tahun 2004, setelah terjadi konflik internal di PDI-P yang menyebabkan terpisahnya sebagian anggota partai dan terbentuknya Partai Demokrat. Satgas Cakra Buana dipimpin oleh seorang Ketua yang dipilih oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P. Dalam perjalanannya, Satgas Cakra Buana telah menangani banyak sengketa di PDI-P, baik sengketa antaranggota maupun sengketa antara DPP dengan anggota partai. Satgas Cakra Buana juga telah menjadi salah satu lembaga penting dalam menjaga stabilitas internal partai serta membantu menjaga kesatuan dan persatuan PDI-P. Satgas Cakra Buana Kabupaten Sleman merupakan satu satuan tugas (satgas) yang dibentuk oleh DPC Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan Kab. Sleman (DPC PDI-P Kab. Sleman) untuk menangani masalah-masalah internal partai, terutama dalam menyelesaikan sengketa-sengketa antaranggota PDI-P untuk mengawasi kinerja anggota partai serta melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang diambil oleh partai. Ketua Satgas Cakra Buana Kabupaten Sleman seka mengaku siap menjaga kondusifitas di Yogyakarta khususnya Kabupaten Sleman. Satgas Cakra Buana Kabupaten Sleman sendiri menyatakan siap turut serta bersama masyarakat, Polri dan TNI dalam menjaga kabupaten Sleman supaya tetap aman dan damai.</description>
					                </item><item>
						                <title>WARGA KLEDOKAN KOMITMEN AKAN JAGA KONDUSIFITAS WILAYAH TERKAIT PERMASALAHAN DENGAN CAFE KARNEY</title>
						                <link>https://wartasleman.com/berita/detail/warga-kledokan-komitmen-akan-jaga-kondusifitas-wilayah-terkait-permasalahan-dengan-cafe-karney</link>
						                <description>Cafe Carney merupakan salah satu café yang beralamat Jl. Garuni II Kledokan Caturtunggal Depok Sleman. Kledokan. Pemilik Café adalah Bp. Taufik yang berdomisili di Jakarta dengan Manager Operasional Bp. Muhammad Hidayat. Café memiliki karyawan lk. 20 orang. Cafe Karney sudah beroperasi sejak bulan Juli tahun 2020. Bahwa operasionalisasi Cafe Carney telah mendapatkan komplain dari warga sekitar yakni dari warga masyarakat Pedukuhan Kledokan karena adanya live musik.  Beberapa warga mengeluhkan suara live musik karena mengganggu kegiatan proses belajar mengajar anak anak di rumah dan mengganggu waktu istirahat. Kepala dukuh Kledokan Bp. Supriyono menjelaskan bahwa yang dirasakan oleh warga akibat adanya live music mengganggu kenyawanan beberapa warga di sekitarnya.  Warga sudah membuat surat aduan dan memang sudah ditindak lanjuti namun hasil kesepakatan belum memuaskan pihak warga Kledokan.  Terkait masalah ini pihak pedukuhan sudah sepakat untuk menyerahkan kepada pihak Pemerintah daerah setempat.  Pada dasarnya warga siap melakukan musyawarah apabila di minta. Kepala dukuh juga sudah memberi himbauan agar warga tidak melakukan unjuk rasa. Bapak Feri Ferdian, S.IP., M.IDS., MPA., selaku Lurah Desa Caturtunggal ketika dikonfirmasi terkait permasalahan tersebut menyampaikan bahwa sebagai pejabat di kelurahan sudah mendengar permasalahan cafe carney dengan warga pedukuhan Kledokan dan kemarin sudah dilakukan beberapa kali pertemuan di kapanewon Depok namun kesepakatan yang ada masih sering dilanggar. Sebagai pengampu wilayah Caturtunggal yang bersangkutan sadar betul bahwa wilayah Caturtunggal merupakan area bisnis dengan masyarakat yang heterogen, untuk itu diharapkan kepada para pelaku usaha dan masyarakat setempat harus saling menghormati dan menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif. Pemdes Caturtunggal akan memfasilitasi kegiatan musyawarah sebagai tindak lanjut dari pertemuan di Kapanewon Depok dan adanya aduan masyarakat di wilayah Caturtunggal. Diharapkan pertemuan ini menjadi yang terakhir dengan hasil bermanfaat untuk kedua belah pihak. Pihaknya berjanji akan mendampingi masyarakatnya demi tercipta dan terjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Caturtunggal, Sleman. Pemdes sudah menjalin komunikasi dua arah dimana warga Kledokan dan Café Karney sudah sepakat melakukan mediasi penyelesaian masalah, tinggal menunggu waktu kedua belah pihak siapBp. Muhammad Hidayatullah selaku Manager Operasional Café Carney secara terpisah Ketika dihubungi menyampaikan bahwa terkait adanya keluhan warga, manajemen cafe  juga tidak hanya diam dan sudah melakukan tindakan dengan mengurangi  live music baik dari kuantitas maupun kualitasnya dari yang awalnya seminggu full sekarang hanya 2 kali dalam seminggu dan insidentol saat even tertentu. Untuk volume juga sudah meminta kepada ahli setting volume untuk menyeting volume agar tidak mengganggu lingkungan. Namun demikian yang bersangkutan menjelaskan apabila masih ada masalah mengharapkan agar diselesaikan dengan musyawarah memperoleh hasil terbaik untuk semua dan menjadi musyawarah terakhir terkait permasalahan yang ada. Pemerintah juga jangan melihat permasalahan dari satu sisi saja, lihatlah permasalahn dari dekat agar tahu masalah apa sebenarnya didalamnya. Atas nama manajemen juga menyampaikan apabila ada kesalahan dan kekhilafan dan selalu minta bimbingan.Kepala Jawatan Kapanewon Depok Djoko Muljanto, SP mengajak kepada semua pihak untuk saling menghormati dan menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif di wilayah Depok. Mari kita saling menghormati dengan melaksanakan keputusan yang telah dibuat.  Nanti ke depan akan ada tim untuk melakukan sidak dari Sat pol PP atau instansi lain tanpa pemberitahuan ke pihak manapun untuk mengecek kegiatan ataupun volume suara di cafe carney.</description>
					                </item><item>
						                <title>GERAKAN MUDA KABAH (GPK) KABUPATEN SLEMAN PERKUAT SEMANGAT PERSATUAN DAN TOLAK ANARKISME</title>
						                <link>https://wartasleman.com/berita/detail/gerakan-muda-kabah-gpk-kabupaten-sleman-perkuat-semangat-persatuan-dan-tolak-anarkisme</link>
						                <description>Kegiatan Talk Show Silaturahmi dan Pengajian
Interaktif yang digelar Gerakan Muda Ka’bah (GPK)
Kabupaten Sleman pada 26 Oktober 2025 mendapat
respons sangat positif dari para peserta dan tokoh yang hadir. Antusiasme
tersebut menjadi dorongan tersendiri bagi jajaran GPK untuk terus memperkuat
koordinasi, khususnya dalam upaya menumbuhkan semangat persatuan dan menolak
segala bentuk anarkisme. Nilai-nilai ini dipandang penting untuk terus
dikuatkan di lingkungan kader.Tema “Merawat Persatuan dengan Pembangunan, Tegas
Menolak Anarkisme dan Terorisme” yang diangkat pada kegiatan tersebut dianggap
relevan dengan situasi sosial masyarakat saat ini. Pesan-pesan yang disampaikan
narasumber membuka wawasan kader mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap
provokasi, potensi konflik, serta penyalahgunaan media sosial. Para peserta
menilai bahwa materi tersebut perlu terus disosialisasikan dalam aktivitas GPK.Di tengah upaya menindaklanjuti hasil kegiatan
tersebut, turut dilaksanakan pertemuan internal lanjutan yang membahas evaluasi
dan kelanjutan program organisasi. Dalam forum ini, pengurus dan anggota
menyampaikan bahwa kegiatan Talk Show sebelumnya memberikan dorongan positif
bagi kader untuk lebih aktif menjaga situasi Sleman tetap kondusif. Forum
tersebut juga menjadi wadah menguatkan kembali komitmen bersama dalam mendukung
peran Polri menjaga kamtibmas.Hasil dari pertemuan tersebut meliputi beberapa
kesepahaman penting, seperti perlunya meningkatkan konsistensi komunikasi
antarstruktur GPK hingga tingkat PAC, mempertegas etika bermedia sosial bagi
anggota serta memperluas kegiatan yang bersifat edukatif dan menyejukkan
masyarakat. Langkah-langkah tersebut dinilai sebagai tindak lanjut yang tepat
setelah keberhasilan kegiatan tanggal 26 Oktober.







Pada bagian penutup, Wasis Budi Antoro mengingatkan
seluruh kader bahwa momentum peringatan Sumpah Pemuda harus diwujudkan dalam
tindakan konkret. Ia menegaskan bahwa kegiatan Gerakan
Muda Ka’bah (GPK)
Kabupaten Sleman tidak berhenti pada acara formal
saja, tetapi harus berlanjut dalam aksi nyata. “Semoga apa yang sudah kita
lakukan bersama dapat menjadi dorongan untuk semakin solid, semakin dewasa
dalam bersikap, dan semakin bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya
(28/10/2025).</description>
					                </item><item>
						                <title>KELOMPOK PEDAGANG DAGING AYAM SEPAKAT JAGA KONDISI KAMTIBMAS DI PASAR DESA CATURTUNGGAL</title>
						                <link>https://wartasleman.com/berita/detail/kelompok-pedagang-daging-ayam-sepakat-jaga-kondisi-kamtibmas-di-pasar-desa-caturtunggal</link>
						                <description>Pedagang daging ayam di dalam pasar desa Caturtunggal merasa resah dengan keberadaan pedaging ayam yang ada di luar pasar. Hal tersebut disebabkan karena pedagang daging ayam di luar pasar menjual harga daging ayam jauh di bawah harga rata rata sehingga menyebabkan konsumen lebih banyak yang memilih membeli daging ayam dari pedagang yang ada di luar pasar tentu saja hal tersebut mengakibatkan turunnya omzet pedaging daging ayam yang ada di dalam pasar. Keluhan dari kelompok pedagang daging ayam yang ada di dalam pasar tersebut sudah disampaikan kepada pengelola pasar Desa Caturtunggal. Pedagang di dalam pasar menginginkan agar penjual daging ayam yang ada di luar pasar menjual daging ayam dengan selisih harga yang normal sehingga dapat bersaing dengan pedagang daging ayam yang ada di dalam.  Apabila keluhan tidak ditindak lanjuti oleh pengelola pasar, maka mereka akan melakukan aksi protes dengan menutup paksa pedagang yang ada di luar pasar.Kepala pasar Desa Caturtunggal menjelaskan bahwa keberadaan pedagang daging ayam di luar pasar baru beberapa bulan di sini dan jumlahnya ada sekitar lk 3 penjual sedangkan kelompok pedagang daging ayam yang ada di dalam pasar jumlahnya sekitar 30 orang. Permasalahan tersebut sudah masuk ke dalam pembahasan pengurus pasar dan akan segera di tindak lanjuti untuk mencari solusi terbaik agar tidak muncul kecemburuan yang bisa mengganggu situasi kamtibmas di wilayah kabupaten Sleman.Sementara itu ketua kelompok pedagang ayam di dalam Pasar Caturtunggal menegaskan bahwa kami akan selalu mengedepankan musyawarah mufakat dalam menyelesaikan permasalahan yang saat ini sedang terjadi namun apabila tidak ada tindak lanjut kami pun tidak segan melakukan aksi. Namun dari pihak kami pedagang yang ada di dalam pasar komitmen akan selalu berkoordinasi dengan pengelola pasar Caturtunggal dan berharap permasalahan ini akan segera mendapatkan solusi.</description>
					                </item><item>
						                <title>FRONT MAHASISWA NASIONAL (FMN) SIAP MEMPERJUNGKAN GOLONGAN PETANI</title>
						                <link>https://wartasleman.com/berita/detail/front-mahasiswa-nasional-fmn-siap-memperjungkan-golongan-petani</link>
						                <description>Front Mahasiswa Nasional (FMN) Yogyakarta ranting UMY
bersekretariat di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang beralamatkan di Jl.
Brawijaya, Geblegan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta dipimpin oleh Yessica
Yhadytia.Yessica Yhadytia berpendapat bahwa perjuangan pemuda
mahasiswa bukanlah sesuatu yang eksklusif, melainkan mesti 'terhubung dengan
perjuangan petani di Pedesaan, Buruh di Pabrik dan Perjuangan Perempuan'. Organisasi FMN merupakan wadah untuk berjuang dan
mengedukasi pemuda mahasiswa untuk memahami problem-problem seperti mahalnya
biaya kuliah, adanya pelecehan seksual dan sebagainya. Ia berharap, FMN lebih
intensif lagi berada di pedesaan di mana monopoli tanah semakin masif terjadi,
mengorganisasikan kaum tani di seluruh Indonesia agar lebih kuat dan maju.Tidak hanya kaum tani yang berada di wilayah konflik,
tetapi juga di wilayah yang 'relatif' tidak ada konflik untuk membangun
'barisan basis' sebagai syarat terwujudnya reformasi agraria sejati, apresiasi
kepada kaum muda, utamanya mahasiswa yang memiliki kesadaran yang tinggi untuk
berorganisasi.Hanya melalui organisasi, perjuangan rakyat bisa
diakumulasikan. Tanpa organisasi, gerakan mahasiswa tidak akan meraih apa pun,
selain frustrasi yang akut, ungkapnya. FMN dengan pengorganisasian semakin
besar mahasiswa menjadi kunci bagi terwujudnya suatu perubahan yang fundamental
bagi rakyat Indonesia.Front Mahasiswa Nasional (FMN) Yogyakarta siap Memperjungkan
Golongan Petani Indonesia untuk Mencapai Kedaulatan Pangan dan Reforma Agraria,
namun demikian mereka sepakat mengawal perjuangan itu dengan tetap menjaga
kondusifitas di Yogyakarta khususnya Kabupaten Sleman. 











Yessica Yhadytia selaku Ketua Front Mahasiswa Nasional
(FMN) Yogyakarta sendiri menyatakan siap menjadi pelopor kaum muda di wilayah
Yogyakarta untuk turut serta bersama sama elemen masyarakat, Polri dan TNI
dalam menjaga kabupaten Sleman dan Yogyakarta supaya tetap aman dan damai. (SBD)</description>
					                </item><item>
						                <title>GERAKAN MUDA XEMANUSIAAN BERKOMITMEN MENJAGA KABUPATEN SLEMAN TETAP AMAN DAN KONDUSIF.</title>
						                <link>https://wartasleman.com/berita/detail/gerakan-muda-xemanusiaan-berkomitmen-menjaga-kabupaten-sleman-tetap-aman-dan-kondusif</link>
						                <description>Dalam sistem politik
demokrasi terdapat banyak fungsi yang melekat pada organsiasi sayap parpol dan
salah satunya ialah fungsi membangun hubungan interaksi dan komunikasi dengan
parpolnya. Fungsi ini merupakan yang paling banyak dilaksanakan oleh organisasi
sayap partai, sebab tanpa adanya interaksi dan komunikasi yang baik, parpol
kesulitan dalam mentransfer ideologi dan gagasan kepartaian pada lapis bawah
seperti organisasi sayap partai. Organisasi sayap partai bisa berbagai bentuk,
bisa ormas ataupun laskar. Di Kabupaten Sleman
ini, salah satu partai yang mempunyai beberapa organisasi sayap partai adalah
PPP dimana salah satu sayapnya adalah Gerakan Muda Xemanusiaan (GMX).
Di komandani oleh Sdr. Bambang Sugiyarto als Khatir, Gerakan Muda Xemanusiaan
(GMX) cukup aktif dalam kegiatan yang digelar oleh PPP Kabupaten Sleman. Pihaknya rutin menggelar
pertemuan untuk menjaga silaturahmi sekaligus
melakukan konsolidasi demi kelancaran
kegiatan PPP
Kabupaten Sleman.



Sdr. Bambang Sugiyarto
als Khatir juga
berkomitmen dan tak lupa mengajak kepada seluruh anggota laskar untuk menjaga
kamtibmas di Kabupaten Sleman agar tetap kondusif. “Mari kita dukung tugas Polri
dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Bersama kita gelorakan
semangat persatuan, tolak segala bentuk provokasi, berita bohong, saling ejek
dan saling menjelekkan baik dalam pergaulan sehari-hari maupun di media
sosial.” pungkasnya (8/9/2025).</description>
					                </item><item>
						                <title>PGAT MERAJUT KEBERSAMAAN DEMI LINGKUNGAN YANG RUKUN DAN HARMONIS</title>
						                <link>https://wartasleman.com/berita/detail/pgat-merajut-kebersamaan-demi-lingkungan-yang-rukun-dan-harmonis</link>
						                <description>Sleman — Warga Gejayan menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial melalui wadah Paguyuban Gejayan Ayem Tentrem. Paguyuban ini dibentuk dengan tujuan mempererat tali silaturahmi antarwarga serta menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan tentram di tengah dinamika kehidupan masyarakat modern.Paguyuban yang beranggotakan warga dari berbagai latar belakang ini rutin mengadakan kegiatan sosial, budaya, dan gotong royong. Mulai dari kerja bakti lingkungan, pengajian bersama, hingga kegiatan kemasyarakatan seperti santunan anak yatim dan warga kurang mampu. Semua dilakukan dengan semangat persaudaraan tanpa membeda-bedakan asal-usul, suku, maupun agama.Ketua Paguyuban Gejayan Ayem Tentrem,  menegaskan bahwa paguyuban ini hadir sebagai ruang bersama untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan. “Kami ingin Gejayan menjadi tempat yang benar-benar ayem tentrem, di mana warganya saling menghormati, peduli, dan menjaga kerukunan. Tidak hanya bicara keamanan, tetapi juga kenyamanan dalam bermasyarakat,” ujarnya.Selain kegiatan sosial, paguyuban ini juga menjadi mitra aktif pemerintah desa dan aparat setempat dalam menjaga ketertiban wilayah. Dengan komunikasi yang baik antara warga dan pihak berwenang, setiap persoalan dapat diselesaikan secara musyawarah tanpa menimbulkan konflik.Semangat gotong royong yang dijaga Paguyuban Gejayan Ayem Tentrem menjadi contoh nyata bahwa keharmonisan bukanlah hal yang mustahil jika dilandasi rasa saling percaya dan kebersamaan. Melalui berbagai kegiatan positif, paguyuban ini terus berkomitmen menjadikan Gejayan sebagai lingkungan yang damai, maju, dan berdaya untuk semua warganya.</description>
					                </item><item>
						                <title>PSHT CABANG SLEMAN PUSAT MADIUN SIAP MEMBANTU PEMERINTAH DALAM MENJAGA KEUTUHAN NKRI</title>
						                <link>https://wartasleman.com/berita/detail/psht-cabang-sleman-pusat-madiun-siap-membantu-pemerintah-dalam-menjaga-keutuhan-nkri</link>
						                <description>Peredaran paham-paham terorisme/radikal di masyarakat menjadi momok yang kiranya harus diperangi bersama. Apalagi, berbagai paham itu menyebar dengan sangat luas melalui berbagai media, seperti media sosial, media pesan dan dapat terjadi secara langsung face to face. Berbagai paham radikal akan muncul di permukaan dan berpotensi mengganggu keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara di IndonesiaMelawan paham-paham terorisme/radikal bukanlah pekerjaan rumah bagi satu pihak semata. Melawan radikalisme merupakan pekerjaan bersama, antara para stakeholder dan masyarakat demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah melalui aparat keamanan bersama masyarakat umum lainnya mengajak para stakeholder untuk menyamakan visi dalam melawan radikalisme yang kerap meresahkan di kehidupan sehari-hari baik itu di media sosial, maupun rumor dari mulut ke mulut. perlu adanya kesepakatan bersama antara para stakeholder, media di DIY, para pemuda millineal, serta unsur lainnya  untuk bersama-sama memerangi radikalismePada era modernisasi saat ini banyak isu-isu beredar khususnya di kalangan masyarakat. Bersamaan dengan maraknya aksi terorisme, radikalisme, dan berita hoax yang berkembang saat ini sangat rentan menyebabkan perpecahan baik itu horizontal maupun vertikal.  Menyikapi situasi kondisi masyarakat saat ini serta masuknya tahun demokrasi dimana saat ini sudah memasuki tahapan Pilkada Serentak yang sarat akan terjadinya propaganda dan gangguan kamtibmas, guna menganisipasi konflik sosial, maka diperlukan suatu terobosan manajemen sosiokultur di masyarakat untuk dapat memacu pola pikir masyarakat secara dewasa khususnya sehingga dapat bersinergi dengan pemerintah pada umumnyaUntuk mengantisipasi aksi teror yang mungkin dilakukan, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan baik itu secara langsung maupun tidak langsung sebab tanggung jawab menjaga keamanan bukan cuma dibebankan pada aparat pemerintahan saja, namun juga merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Masyarakat melalui berbagai ormas kontra radikal diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam melawan sikap-sikap intoleransi, radikalisme, terorisme, serta ujaran kebencian. Selain peran serta Ormas (Organisasi Masyarakat) sangat dibutuhkan untuk turut serta ambil bagian dalam upaya mencegah dan memerangi paham-paham radikalisme, mengingat salah satu tujuan utama suatu organisasi masyarakat diantaranya adalah untuk menjaga keutuhan NKRI, serta Ormas diwajibkan mendahulukan kepentingan bangsa dan Negara diatas kepentingan organisasinya.Di Wilayah Yogyakarta khususnya wilayah Kabupaten Sleman terdapat organisasi masyarakat PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) cabang Sleman pusat Madiun, Ormas tersebut berkembang cukup pesat dan sampai dengan saat ini tercatan mempunyai ribuan warga (anggota) yang terdiri mulai dari remaja sampai dengan orang tua.PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) cabang Sleman pusat Madiun Meskipun bukan merupakan organisasi dengan latar belakang Agama, namun dengan jumlah anggota yang cukup banyak khususnya dikalangan anak muda diharapkan mampu membantu pencegahan peredaran paham terorisme, radikalisme dan intoleransi.Melalui ketuanya Bpk Parwoto, PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) cabang Sleman menyatakan siap membantu pemerintah dalam menjaga keamanan dan keutuhan NKRI dari berbagai ancaman termasuk paham radikalisme. “PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) cabang Sleman selalu siap apabila Negara memanggil untuk senantiasa membantu menjaga NKRI dari segala ancaman” Ujar Bpk Parwoto.Dengan adanya peran serta organisasi masyarakat seperti yang ditunjukkan PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) cabang Sleman tersebut, upaya pemerintah dalam memerangi terorisme dan radikalisme akan semakin kuat dan sekaligus mempersempit ruang gerak kelompok-kelompok radikal di wilayah NKRI.</description>
					                </item><item>
						                <title>DEBU DAN RETAKNYA JALAN JADI KELUHAN WARGA JEGLONGAN, PROYEK TOL JOGJA-BAWEN TERANCAM?</title>
						                <link>https://wartasleman.com/berita/detail/debu-dan-retaknya-jalan-jadi-keluhan-warga-jeglongan-proyek-tol-jogjabawen-terancam</link>
						                <description>Sleman – Pembangunan jalan tol Jogja-Bawen terus dikebut, namun di balik ambisi proyek strategis nasional ini, ada keluh kesah warga Pedukuhan Jlegongan, Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Sleman. Keberadaan pabrik beton milik PT. Adhi Persada Beton, yang menyuplai material untuk tol, dituding menjadi biang keladi kerusakan lingkungan dan infrastruktur di desa mereka. "Dulu jalan ini mulus, sekarang penuh debu kalau siang, licin kalau hujan. Banyak juga yang retak-retak karena truk besar pengangkut material lalu lalang setiap hari," ungkap Sukardi, salah seorang warga Jeglongan, sambil menunjukkan jalanan yang berdebu di depan rumahnya. Tak hanya jalan, warga juga mengeluhkan berkurangnya debit air sumur mereka. "Dulu air melimpah, sekarang kalau kemarau ya kering. Mau mandi, mau masak jadi susah," keluh Ibu Sumarni, warga lainnya. Bapak Dukuh Jeglongan, Pramono, membenarkan keluhan warganya. Ia mengatakan, surat tuntutan kompensasi sudah dilayangkan ke PT. Adhi Persada Beton, namun belum ada realisasi. "Kami minta perusahaan bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan. Jangan hanya bangun tol, tapi lingkungan kami rusak," tegasnya. Pramono juga mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak terpancing provokasi. "Silakan sampaikan aspirasi, tapi jangan anarkis. Kita tempuh jalur musyawarah," pesannya. Sementara itu, perwakilan PT. Adhi Persada Beton, saat dikonfirmasi, menyatakan bahwa perusahaan telah mendengar keluhan warga dan sedang mencari solusi terbaik. "Kami sudah rapat internal untuk membahas masalah ini. Kami tidak menutup mata terhadap aspirasi warga Jeglongan," ujarnya. Namun, ia juga mengingatkan bahwa proyek jalan tol ini adalah kepentingan nasional yang harus didukung bersama. "Kami berharap warga Jeglongan bisa memahami dan bersabar. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk meminimalkan dampak negatif," janjinya. Akankah keluhan warga Jeglongan ini didengar dan ditindaklanjuti? Ataukah proyek tol Jogja-Bawen akan terus berjalan tanpa memperhatikan nasib warga yang terdampak? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.</description>
					                </item></channel>
  	</rss>