- BEM SI SIAP MENJADI PELOPOR PERJUANGAN PENDIDIKAN DAN MENJAGA KONDUSIFITAS DI YOGYAKARTA
- ALIANSI MAHASISWA UNY SIAP MEMPERJUNGKAN KEBEBASAN PERDANA ARIE DAN MENJAGA SLEMAN TETAP KONDUSIF
- SATGAS DPC PDIP KABUPATEN SLEMAN PERKUAT SOLIDITAS DAN KOMITMEN JAGA KAMTIBMAS
- KOMITMEN ALIANSI RAKYAT PEDULI INDONESIA (ARPI) DALAM MENJAGA INTEGRITAS DAN KEAMANAN DI KABUPATEN S
- KELUARGA MADURA YOGYAKARTA SIAP MEMBANTU MENCIPTAKAN SITUASI KAMTIBMAS YANG KONDUSIF DI KABUPATEN SL
- BRIGADE JOXZIN SATU KOMANDO PAKEM TEGASKAN KOMITMEN JAGA KAMTIBMAS
- SINERGI DPW FRONT PERSAUDARAAN ISLAM DIY DALAM MENJAGA KAMTIBMAS DI BUMI SEMBADA
- PAGUYUBAN PEDAGANG PASAR JANGKANG JAGA HARGA SEMBAKO MENJELANG HARI RAYA NATAL DAN TAHUN BARU 2025/2
- SEKOLAH POLITIK 101 DUKUNG SLEMAN TETAP AMAN
- LASKAR MACAN LORENG KABUPATEN SLEMAN BERKOMITMEN MENJAGA KAMTIBMAS SLEMAN KONDUSIF
WARGA MASYARAKAT DUSUN TEGAL, SIDOARUM, GODEAN SLEMAN BERSEDIA MEMBANTU POLRI MENCIPTAKAN TOLERANSI
Warga Masyarakat Dusun Tegal, Sidoarum, Godean Sleman Bersedia Membantu Polri Menciptakan Toleransi Di Wilayah Kabupaten Sleman
Kabupaten Sleman
adalah salah satu kabupaten yang berada di Kabupaten Sleman yang merupakan
Provinsi di Indonesia dengan memiliki sebuah keistimewaan. Bukan hanya namanya
saja yang istimewa melainkan juga wilayahnya,yang merupakan miniatur Indonesia dengan segudang
masyarakat yang majemuk baik Ras, Suku dan Agama.
Kerukunan umat beragama di
Yogyakarta khususnya wilayah Kabupaten Sleman sangat baik, masyarakat sangat
menghormati seluruh kepercayaan yang dianut. kerukunan umat beragama identik
dengan istilah toleransi, toleransi yang menunjukkan pada arti saling memahami, saling mengerti dan saling membuka diri dalam bingkai
persaudaraan
Baca Lainnya :
- Warga Masyarakat Dusun Kragilan Sidomoyo Godean Sleman Siap Menjaga Kondusifitas Wilayah Kabupaten S0
- LASKAR MACAN LORENG MENDUKUNG PEMILU 2024 YANG AMAN, TERTIB DAN DAMAI.0
- Peringati Harlah, Laskar Sleman Bersatu Berkomitmen Menjaga Kamtibmas Sleman Kondusif.0
- Kelompok Masyarakat Forum Komunikasi Antar Warga Maguwoharjo dan Tegaltirto Sleman Yogyakarta Komitm0
- Ahli waris makam blimbing komitmen dukung pembangunan jalan tol Jogjakarta YIA0
Belum lama ini terdapat berita
dengan munculnya isu terkait intoleransi di lingkungan Masyarakat. Berita tersebut merupakan penolakan pendirian/renovasi Gereja Wesleyan Indonesia El
Shadai di Dsn.
Tegal, Sidoarum, Godean. Gereja Wesleyan Indonesia yang pernah beroperasi
sejak tahun 1984 sampai dengan tahun 2011 di Tegal Sidoarum Godean yang mana sebenarnya belum memiliki izin bangunan maupun izin resmi pendirian Gereja dari
pemerintah. Selanjutnya dari tahun 2011 sampai 2022 Gereja tersebut tidak
dipergunakan lagi atau vakum kegiatan ibadah.
Pada bulan Juli 2022 Gereja mengalami kerusakan berupa atap runtuh dikarenakan lapuk atau termakan usia. Selanjutnya oleh pihak Gereja dilakukan perbaikan atau pembangunan kembali Gereja yang runtuh dengan membangun dinding Gereja ditinggikan,dengan maksud setelah jadi akan dipergunakan lagi sebagai tempat ibadah. Namun Pada saat pembagunan Gereja / Renovasi tidak ada sosialisasi atau izin kepada perangkat Kampung setempat baik itu RT,RW maupun Dukuh setempat. Sehingga warga merasa keberatan atas pembangunan Gereja kembali yang belum memiliki izin tersebut. Selanjutnya warga melalui perangkat kampung dan Babhinkamtibmas Sidoarum menyatakan keberatan pembagunan kembali Gereja atau warga menolaknya.
Bahwa Gereja sudah lama
dipergunakan untuk ibadah, pada saat pendirian Gereja sudah mendapat ijin
secara lesan oleh bapak Lurah dan pendeta bapak Basuki pada awal berdiri tahun
1984. Akan tetapi dijelaskan oleh pihak Gereja bahwa izin Bangunan belum memiliki dan saat ini sedang berupaya mendapatkannya.
Pihak Gereja sangat berharap ada
mediasi untuk mencari solusi terbaik terkait pembagunan Gereja Wesleyan Indonesia El Shadai.
Menyikapi kejadian tersebut,
warga masyarakat, tokoh agama dan Instansi terkait sepakat menyelesaikan
permasalahan dengan musyawarah untuk mufakat demi menjaga ketentraman dan
kedamaian dalam hidup bermasyarakat di lingkungan Dsn. Tegal, Sidoarum, Godean Sleman.
Warga Masyarakat
Dusun Tegal, Sidoarum, Godean Sleman
juga melakukan aksi kontra terhadap isu-isu radikalisme
dan intolerasi yang berkembang dilingkungan masyarakat.
Warga sekitar saat ini memiliki kegiatan yang
positif yang mendukung pemerintah sehingga
dapat memberikan pengaruh dan himbauan kepada warga masyarakat setempat
akan bahayanya perilaku intoleransi.
Warga Masyarakat
Dusun Tegal, Sidoarum, Godean Sleman
bersedia membantu Polri dan bersama-sama dengan Pemerintah untuk turut serta menciptakan toleransi dan musyawarah
untuk mufakat di wilayah Kabupaten Sleman sehingga tercipta situasi Kamtibmas
yang aman dan kondusif. (SBD)






