WARGA MASYARAKAT DUSUN TEGAL, SIDOARUM, GODEAN SLEMAN BERSEDIA MEMBANTU POLRI MENCIPTAKAN TOLERANSI
Warga Masyarakat Dusun Tegal, Sidoarum, Godean Sleman Bersedia Membantu Polri Menciptakan Toleransi Di Wilayah Kabupaten Sleman

By ADMIN 09 Feb 2023, 11:23:44 WIB Seni & Budaya
WARGA MASYARAKAT DUSUN TEGAL, SIDOARUM, GODEAN SLEMAN BERSEDIA MEMBANTU POLRI MENCIPTAKAN TOLERANSI

Kabupaten Sleman adalah salah satu kabupaten yang berada di Kabupaten Sleman yang merupakan Provinsi di Indonesia dengan memiliki sebuah keistimewaan. Bukan hanya namanya saja yang istimewa melainkan juga wilayahnya,yang merupakan miniatur Indonesia dengan segudang masyarakat yang majemuk baik Ras, Suku dan Agama.

 

Kerukunan umat beragama di Yogyakarta khususnya wilayah Kabupaten Sleman sangat baik, masyarakat sangat menghormati seluruh kepercayaan yang dianut. kerukunan umat beragama identik dengan istilah toleransi, toleransi yang menunjukkan pada arti saling memahami, saling mengerti dan saling membuka diri dalam bingkai persaudaraan

Baca Lainnya :

 

Belum lama ini terdapat berita dengan munculnya isu terkait intoleransi di lingkungan Masyarakat. Berita tersebut merupakan penolakan pendirian/renovasi Gereja Wesleyan Indonesia El Shadai di Dsn. Tegal, Sidoarum, Godean. Gereja Wesleyan Indonesia yang pernah beroperasi sejak tahun 1984 sampai dengan tahun 2011 di Tegal Sidoarum Godean yang mana sebenarnya belum memiliki izin bangunan maupun izin resmi pendirian Gereja dari pemerintah. Selanjutnya dari tahun 2011 sampai 2022 Gereja tersebut tidak dipergunakan lagi atau vakum kegiatan ibadah.

Pada bulan Juli 2022 Gereja mengalami kerusakan berupa atap runtuh dikarenakan lapuk atau termakan usia. Selanjutnya oleh pihak Gereja dilakukan perbaikan atau pembangunan kembali Gereja yang runtuh dengan membangun dinding Gereja ditinggikan,dengan maksud setelah jadi akan dipergunakan lagi sebagai tempat ibadah. Namun Pada saat pembagunan Gereja / Renovasi tidak ada sosialisasi atau izin kepada perangkat Kampung setempat baik itu RT,RW maupun Dukuh setempat. Sehingga warga merasa keberatan atas pembangunan Gereja kembali yang belum memiliki izin tersebut. Selanjutnya warga melalui perangkat kampung dan Babhinkamtibmas Sidoarum menyatakan keberatan pembagunan kembali Gereja atau warga menolaknya.


Bahwa Gereja sudah lama dipergunakan untuk ibadah, pada saat pendirian Gereja sudah mendapat ijin secara lesan oleh bapak Lurah dan pendeta bapak Basuki pada awal berdiri tahun 1984. Akan tetapi dijelaskan oleh pihak Gereja  bahwa izin Bangunan belum memiliki dan saat ini sedang berupaya mendapatkannya. Pihak Gereja sangat berharap ada mediasi untuk mencari solusi terbaik terkait pembagunan Gereja Wesleyan Indonesia El Shadai.

Menyikapi kejadian tersebut, warga masyarakat, tokoh agama dan Instansi terkait sepakat menyelesaikan permasalahan dengan musyawarah untuk mufakat demi menjaga ketentraman dan kedamaian dalam hidup bermasyarakat di lingkungan Dsn. Tegal, Sidoarum, Godean Sleman.

 

Warga Masyarakat Dusun Tegal, Sidoarum, Godean Sleman juga melakukan aksi kontra terhadap isu-isu radikalisme dan intolerasi yang berkembang dilingkungan masyarakat. Warga sekitar saat ini memiliki kegiatan yang positif yang mendukung pemerintah sehingga dapat memberikan pengaruh dan himbauan kepada warga masyarakat setempat akan bahayanya perilaku intoleransi.

 

Warga Masyarakat Dusun Tegal, Sidoarum, Godean Sleman bersedia membantu Polri dan bersama-sama dengan Pemerintah untuk turut serta menciptakan toleransi dan musyawarah untuk mufakat di wilayah Kabupaten Sleman sehingga tercipta situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif. (SBD) 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment