ALIANSI INTERNATIONAL WOMENS DAY JOGJA SIAP TURUT SERTA MENJAGA SLEMAN TETAP KONDUSIF
Aliansi International Womens Day Jogja Siap Menjadi Pelopor Generasi Muda untuk Turut Serta Menjaga Kabupaten Sleman Tetap Kondusif

By ADMIN 09 Mar 2024, 21:02:16 WIB Komunitas
ALIANSI INTERNATIONAL WOMENS DAY JOGJA SIAP TURUT SERTA MENJAGA SLEMAN TETAP KONDUSIF

Pergerakan Mahasiswa Indonesia dalam Demonstrasi menjadi salah satu cara menyampaikan aspirasi dan kritikan terhadap kebijakan Pemerintah. Gerakan Mahasiswa mengawasi dan mengawal jalannya demokrasi, agar tetap berpegang pada kepentingan rakyat.

 

Keterlibatan mahasiswa dalam pergolakan politik Indonesia bukan hal baru. Tercatat pada 1908, mahasiswa Indonesia mendirikan Boedi Oetomo sebagai wadah pemikiran kritis dengan misi utama untuk menumbuhkan kesadaran kebangsaan Jawa dan menuntut terselenggaranya pendidikan di kalangan rakyat anak negeri.

Baca Lainnya :

 

Setelah kemerdekaan, gerakan mahasiswa mempunyai corak berbeda. Tak hanya berkutat pada buku dan pemikiran, tetapi juga aksi turun ke jalan. Ini misalnya terjadi pada 1966 ketika negara berada dalam centang perenang ketidakpastian akibat peristiwa G30S. Mahasiswa mendatangi gedung Sekretariat Negara untuk menuntut pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI), perombakan Kabinet Dwikora, dan penurunan harga sembako yang saat itu melambung tinggi.

 

Indonesia memiliki sejarah demonstrasi yang mana pada tahun 1998 masih menyimpan kisah penting dalam sejarah perjalanan negeri ini karena menjadi penanda adanya babak baru, yakni era Reformasi. Hal tersebut dilakukan oleh Mahasiswa dengan mengatasnakaman kepentingan rakyat. Biasanya gerakan mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi yaitu karena menuntut turunnya harga-harga kebutuhan pokok, serta ketidak puasan rakyat dengan Pemerintahan maupun kebijakan kebijakan yang diambil.

 

Aliansi International Womens Day Jogja aktif dakam menanggapi permasalahan yang ada di Indonesia baik itu soal pendidikan, kesehatan, agraria, kesetaraan dan bahkan infrastruktur. Hal tersebut dianggap karena ketidakmampuan negara dalam menjamin kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia.

 

Baru baru ini Aliansi International Womens Day Jogja gencar menyuarakan aksi dengan menunjukkan ketimpangan kesetaraan perempuan yang ada di Indonesia dengan masih adanya kekerasan seksual, diksriminasi perempuan, stigmasi negatif terhadap perempuan, serta tidak adanya keadilan bagi perempuan yang mengalami pelecehan.

 

Bahwa perempuan di Indonesia juga masih banyak yang mengalami diskriminasi, stigma, represi, dan penjajahan serta hak kesehatan seksual maupun reproduksi juga ragam gender di berbagai sektor, masih banyak juga hak-hak pekerja rumah tangga (PRT) yang selama ini disandera dan tidak diberikan oleh majikan.

 

Seruan dari Aliansi International Womens Day Jogja sebagai bentuk tuntutan pada kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro rakyat dan perempuan. Perempuan di Indonesia harus bisa merebut kembali kemerdekaan dari segala penindasan terhadap perempuan dan minoritas gender.

 

Ana Mariana Ulfa, S.H. selaku Pimpinan Serikat Perempuan Indonesia wilayah DIY ini siap memimpin Aliansi International Womens Day Jogja untuk berjuang dengan tetap menjaga kondusifitas di Kabupaten Sleman. Aliansi International Womens Day Jogja sendiri menyatakan siap menjadi pelopor generasi muda terutama Aliansi International Womens Day Jogja untuk turut serta bersama sama elemen masyarakat, Polri dan TNI dalam menjaga kabupaten Sleman supaya tetap kondusif (SBD).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment