- BEM SI SIAP MENJADI PELOPOR PERJUANGAN PENDIDIKAN DAN MENJAGA KONDUSIFITAS DI YOGYAKARTA
- ALIANSI MAHASISWA UNY SIAP MEMPERJUNGKAN KEBEBASAN PERDANA ARIE DAN MENJAGA SLEMAN TETAP KONDUSIF
- SATGAS DPC PDIP KABUPATEN SLEMAN PERKUAT SOLIDITAS DAN KOMITMEN JAGA KAMTIBMAS
- KOMITMEN ALIANSI RAKYAT PEDULI INDONESIA (ARPI) DALAM MENJAGA INTEGRITAS DAN KEAMANAN DI KABUPATEN S
- KELUARGA MADURA YOGYAKARTA SIAP MEMBANTU MENCIPTAKAN SITUASI KAMTIBMAS YANG KONDUSIF DI KABUPATEN SL
- BRIGADE JOXZIN SATU KOMANDO PAKEM TEGASKAN KOMITMEN JAGA KAMTIBMAS
- SINERGI DPW FRONT PERSAUDARAAN ISLAM DIY DALAM MENJAGA KAMTIBMAS DI BUMI SEMBADA
- PAGUYUBAN PEDAGANG PASAR JANGKANG JAGA HARGA SEMBAKO MENJELANG HARI RAYA NATAL DAN TAHUN BARU 2025/2
- SEKOLAH POLITIK 101 DUKUNG SLEMAN TETAP AMAN
- LASKAR MACAN LORENG KABUPATEN SLEMAN BERKOMITMEN MENJAGA KAMTIBMAS SLEMAN KONDUSIF
PERKUMPULAN PEDAGANG SUNDAY MORNING (PPSM) SIAP BERSINERGI BERSAMA POLRI - TNI DAN PEMERINTAH KABUPA
PERKUMPULAN PEDAGANG SUNDAY MORNING (PPSM) SIAP BERSINERGI BERSAMA POLRI - TNI DAN PEMERINTAH KABUPATEN DALAM MENCIPTAKAN SITUASI KONDUSIF DI WILAYAH KABUPATEN SLEMAN.
Perkembangan perekonomian suatu
daerah tidak terlepas dari aktivitas perekonomian masyarakat. Suatu daerah
dikatakan makmur apabila masyarakatnya dapat hidup sejahtera dan kebutuhannya
tercukupi. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat kita selalu dihadapkan dengan
persoalan persoalan yang berkaitan dengan ekonomi, sehingga masyarakat dituntut
untuk membuat keputusan yang tepat dalam melakukan kegiatan ekonomi untuk
mengatasinya. Demi mencapai kebutuhannya, masyarakat bekerja dalam sektor
formal mupun informal sesuai dengan keahlian dan ketrampilan yang masing-masing
mereka miliki.
Sempitnya lapangan pekerjaan
membuat masyarakat lebih memilih bergerak dalam sektor informal. Hal ini
ditandai dengan maraknya masyarakat yang
memulai membuka usaha baik dalam bidang barang
maupun jasa. Sektor usaha mikro dan kecil sebenarnya berperan sangat
penting dalam hal menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Mereka yang
memulai membuka usaha memerlukan karyawan. Artinya dalam hal ini usaha mikro,
kecil, dan menengah atau yang sering disebut “UMKM” berpotensi sebagai pembuka lapangan pekerjaan
terbanyak sehingga permasalahan
pengangguran dapat teratasi.
Baca Lainnya :
- ORGANISASI KOALISI MASYARAKAT SIPIL UNTUK KEADILAN EKONOMI (MKE) BERSAMA POLRI TNI DAN PEMERINTAH DA0
- LASKAR BANTENG LERENG MERAPI: SIAP MENJAGA SITUASI KAMTIBMAS MENJELANG PELAKSANAAN PEMILU 2024.0
- DPD GOLKAR SLEMAN SIAP BERSINERGI DEMI KAMTIBMAS SLEMAN KONDUSIF MENJELANG PEMILU 20240
- WARGA DUSUN KEBON TIDAK KE BERATAN PEMBANGUNAN TPSS DI WILAYAHNYA0
- MASYARAKAT JARAKAN AKAN SAMPAIKAN PENOLAKAN DENGAN MUSYAWARAH MUFAKAT0
Di Yogyakarta daerah sekitar
kampus Universitas Gajah Mada (UGM), terdapat pasar yang sudah berdiri selama
dua puluh tahun dan menjadi media untuk memasarkan UMKM masyarakat sekitar.
Pasar tersebut diberi nama “Sunday Morning” atau masyarakat biasanya
menyebutnya “SUNMOR”. Seperti namanya bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia
adalah minggu pagi. Pasar ini hanya beroperasi pada hari Minggu pagi di kawasan
kampus UGM.
Sunmor menjadi icon wisata kota
Jogja berbentuk pasar tradisional karena ciri khas tawar menawar masih menjadi
budaya di pasar ini. Setiap minggunya Sunmor dipenuhi ratusan pelapak dan
ribuan pengunjung yang datang. Dengan banyaknya pelapak dari segala jenis
produk kuliner, fashion, peralatan rumah tangga, dan lain-lain dijual, sunmor
hadir sebagai media bagi para pelaku UMKM yang ingin memperkenalkan lapak
mereka dengan biaya sewa yang murah sehingga masyarakat dapat mengenalnya.
Pasar Sunday Morning UGM ternyata
memang masih memiliki magnet dan daya tarik tersendiri bagi masyarakat
Yogyakarta, pelaku UMKM dan juga para pedagang. Pasar Sunmor UGM yang sudah sejak awal tahun 2020 vakum akibat pandemi Covid-19,
kembali akan digelar tentunya dengan pengelolaan yang baru dan lebih baik
melalui Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman dengan nama Car Free
Day (CFD) Caturtunggal.
Dilansir dari situs resmi
Kapanewon (Kecamatan) Depok, Sleman (https://depok.slemankab.go.id/akankah-sunmor-ugm-akan-kembali.slm)
tertanggal 29/12/2022 bahwa melalui surat dari Universitas Gajah Mada (UGM)
Nomor 2388/UN1/DAS/Dit-Aset/PL.00.00/2022 tanggal 15 Desember 2022 tentang Izin
Penyelenggaraan Car Free Day kepada Lurah Caturtunggal, Kapanewon Depok.
UGM menyampaikan memberikan izin penyelenggaraan Car Free Day pada setiap hari Minggu pukul 05.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB dengan syarat memberikan kemudahan akses keluar masuk area Sekolah Vokasi UGM dan Masjid kampus UGM.
Menyikapi rencana pembukaan CFD
Caturtunggal tersebut maka para pelaku UMKM dan pedagang ex-Sunmor UGM menyambut
baik angin segar tersebut, khususnya para pelaku UMKM dan pedagang ex- Sunday
Morning yang sudah lama menunggu dibukanya kembali pasar rakyat tersebut,
karena dengan dibukanya kembali mereka berharap dapat segera bangkit mengejar
pemulihan ekonominya pasca terdampak pandemi covid-19 dua tahun terakhir ini.
Guna menjamin tata kelola yang
baik, maka sebelum pelaksanaan kegiatan perlu dibuat kesepakatan yang
dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama dari para pelaku UMKM dan pedagang
ex-Sunmor UGM sehingga para pelaku usaha dapat mempersiapkan diri menyambut
pasar rakyat baru yaitu Car Free Day Caturtunggal yang akan segera kembali
dibuka oleh Kalurahan Caturtunggal.
Permasalahan yang muncul pun
beragam, seperti masalah kemacetan dari semua arah jalan yang menuju UGM,
parkiran yang semrawut, menumpuknya limbah sampah akibat dari aktivitas pasar,
pengunjung menjadi korban pencopetan, hingga kebijakan dari kampus UGM yang
dianggap rumit hingga isu tentang diambil alihnya kebijakan pengelolaan ke
Kelurahan Caturtunggal.
Dengan dibukanya kembali Sunmor dalam bentuk Car Free Day Caturtunggal Paguyuban Perkumpulan Pedagang
Sunday Morning (PPSM) UGM bersedia membantu Polri dan bersama-sama dengan
Pemerintah untuk menjaga
kondusifitas di wilayah Kabupaten Sleman. (SBD)






