PERKUMPULAN PEDAGANG SUNDAY MORNING (PPSM) SIAP BERSINERGI BERSAMA POLRI - TNI DAN PEMERINTAH KABUPA
PERKUMPULAN PEDAGANG SUNDAY MORNING (PPSM) SIAP BERSINERGI BERSAMA POLRI - TNI DAN PEMERINTAH KABUPATEN DALAM MENCIPTAKAN SITUASI KONDUSIF DI WILAYAH KABUPATEN SLEMAN.

By ADMIN 19 Jul 2023, 12:33:22 WIB Seni & Budaya
PERKUMPULAN PEDAGANG SUNDAY MORNING (PPSM) SIAP BERSINERGI BERSAMA POLRI - TNI DAN PEMERINTAH KABUPA

Perkembangan perekonomian suatu daerah tidak terlepas dari aktivitas perekonomian masyarakat. Suatu daerah dikatakan makmur apabila masyarakatnya dapat hidup sejahtera dan kebutuhannya tercukupi. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat kita selalu dihadapkan dengan persoalan persoalan yang berkaitan dengan ekonomi, sehingga masyarakat dituntut untuk membuat keputusan yang tepat dalam melakukan kegiatan ekonomi untuk mengatasinya. Demi mencapai kebutuhannya, masyarakat bekerja dalam sektor formal mupun informal sesuai dengan keahlian dan ketrampilan yang masing-masing mereka miliki.

 

Sempitnya lapangan pekerjaan membuat masyarakat lebih memilih bergerak dalam sektor informal. Hal ini ditandai dengan maraknya  masyarakat yang memulai membuka usaha baik dalam bidang barang  maupun jasa. Sektor usaha mikro dan kecil sebenarnya berperan sangat penting dalam hal menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Mereka yang memulai membuka usaha memerlukan karyawan. Artinya dalam hal ini usaha mikro, kecil, dan menengah atau yang sering disebut “UMKM”  berpotensi sebagai pembuka lapangan pekerjaan terbanyak sehingga  permasalahan pengangguran dapat teratasi.

Baca Lainnya :

 

Di Yogyakarta daerah sekitar kampus Universitas Gajah Mada (UGM), terdapat pasar yang sudah berdiri selama dua puluh tahun dan menjadi media untuk memasarkan UMKM masyarakat sekitar. Pasar tersebut diberi nama “Sunday Morning” atau masyarakat biasanya menyebutnya “SUNMOR”. Seperti namanya bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah minggu pagi. Pasar ini hanya beroperasi pada hari Minggu pagi di kawasan kampus UGM.

 

Sunmor menjadi icon wisata kota Jogja berbentuk pasar tradisional karena ciri khas tawar menawar masih menjadi budaya di pasar ini. Setiap minggunya Sunmor dipenuhi ratusan pelapak dan ribuan pengunjung yang datang. Dengan banyaknya pelapak dari segala jenis produk kuliner, fashion, peralatan rumah tangga, dan lain-lain dijual, sunmor hadir sebagai media bagi para pelaku UMKM yang ingin memperkenalkan lapak mereka dengan biaya sewa yang murah sehingga masyarakat dapat mengenalnya.

 

Pasar Sunday Morning UGM ternyata memang masih memiliki magnet dan daya tarik tersendiri bagi masyarakat Yogyakarta, pelaku UMKM dan juga para pedagang. Pasar Sunmor UGM yang sudah sejak awal tahun 2020 vakum akibat pandemi Covid-19, kembali akan digelar tentunya dengan pengelolaan yang baru dan lebih baik melalui Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman dengan nama Car Free Day (CFD) Caturtunggal.

 

Dilansir dari situs resmi Kapanewon (Kecamatan) Depok, Sleman (https://depok.slemankab.go.id/akankah-sunmor-ugm-akan-kembali.slm) tertanggal 29/12/2022 bahwa melalui surat dari Universitas Gajah Mada (UGM) Nomor 2388/UN1/DAS/Dit-Aset/PL.00.00/2022 tanggal 15 Desember 2022 tentang Izin Penyelenggaraan Car Free Day kepada Lurah Caturtunggal, Kapanewon Depok.

 

UGM menyampaikan memberikan izin penyelenggaraan Car Free Day pada setiap hari Minggu pukul 05.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB dengan syarat memberikan kemudahan akses keluar masuk area Sekolah Vokasi UGM dan Masjid kampus UGM.

Menyikapi rencana pembukaan CFD Caturtunggal tersebut maka para pelaku UMKM dan pedagang ex-Sunmor UGM menyambut baik angin segar tersebut, khususnya para pelaku UMKM dan pedagang ex- Sunday Morning yang sudah lama menunggu dibukanya kembali pasar rakyat tersebut, karena dengan dibukanya kembali mereka berharap dapat segera bangkit mengejar pemulihan ekonominya pasca terdampak pandemi covid-19 dua tahun terakhir ini.

 

Guna menjamin tata kelola yang baik, maka sebelum pelaksanaan kegiatan perlu dibuat kesepakatan yang dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama dari para pelaku UMKM dan pedagang ex-Sunmor UGM sehingga para pelaku usaha dapat mempersiapkan diri menyambut pasar rakyat baru yaitu Car Free Day Caturtunggal yang akan segera kembali dibuka oleh Kalurahan Caturtunggal.

 

Permasalahan yang muncul pun beragam, seperti masalah kemacetan dari semua arah jalan yang menuju UGM, parkiran yang semrawut, menumpuknya limbah sampah akibat dari aktivitas pasar, pengunjung menjadi korban pencopetan, hingga kebijakan dari kampus UGM yang dianggap rumit hingga isu tentang diambil alihnya kebijakan pengelolaan ke Kelurahan Caturtunggal.

 

Dengan dibukanya kembali Sunmor dalam bentuk Car Free Day Caturtunggal Paguyuban Perkumpulan Pedagang Sunday Morning (PPSM) UGM bersedia membantu Polri dan bersama-sama dengan Pemerintah untuk menjaga kondusifitas di wilayah Kabupaten Sleman. (SBD)





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment