- BEM SI SIAP MENJADI PELOPOR PERJUANGAN PENDIDIKAN DAN MENJAGA KONDUSIFITAS DI YOGYAKARTA
- ALIANSI MAHASISWA UNY SIAP MEMPERJUNGKAN KEBEBASAN PERDANA ARIE DAN MENJAGA SLEMAN TETAP KONDUSIF
- SATGAS DPC PDIP KABUPATEN SLEMAN PERKUAT SOLIDITAS DAN KOMITMEN JAGA KAMTIBMAS
- KOMITMEN ALIANSI RAKYAT PEDULI INDONESIA (ARPI) DALAM MENJAGA INTEGRITAS DAN KEAMANAN DI KABUPATEN S
- KELUARGA MADURA YOGYAKARTA SIAP MEMBANTU MENCIPTAKAN SITUASI KAMTIBMAS YANG KONDUSIF DI KABUPATEN SL
- BRIGADE JOXZIN SATU KOMANDO PAKEM TEGASKAN KOMITMEN JAGA KAMTIBMAS
- SINERGI DPW FRONT PERSAUDARAAN ISLAM DIY DALAM MENJAGA KAMTIBMAS DI BUMI SEMBADA
- PAGUYUBAN PEDAGANG PASAR JANGKANG JAGA HARGA SEMBAKO MENJELANG HARI RAYA NATAL DAN TAHUN BARU 2025/2
- SEKOLAH POLITIK 101 DUKUNG SLEMAN TETAP AMAN
- LASKAR MACAN LORENG KABUPATEN SLEMAN BERKOMITMEN MENJAGA KAMTIBMAS SLEMAN KONDUSIF
BEM KM UGM SIAP TURUT SERTA MENJAGA SITUASI KABUPATEN SLEMAN SUPAYA TETAP KONDUSIF
BEM KM Universitas Gadjah Mada sendiri menyatakan siap menjadi pelopor generasi muda terutama Mahasiswa Universitas Gadjah Mada untuk turut serta serta bersama sama elemen masyarakat, Polri dan TNI dalam menjaga kabupaten Sleman supaya tetap kondusif
Demonstrasi
menjadi salah satu cara mahasiswa menyampaikan aspirasi terhadap pemerintah.
Kebersamaan mahasiswa dalam berpendapat diharapkan menggugah para wakil rakyat
dan pemerintah, agar tetap memegang norma-norma kemanusiaan dalam menjalankan
roda pemerintahan.
Baca Lainnya :
- ALIANSI INTERNATIONAL WOMENS DAY JOGJA SIAP TURUT SERTA MENJAGA SLEMAN TETAP KONDUSIF0
- MANTAN NARAPIDANA TERORIS DI SLEMAN BERSEDIA MENCIPTAKAN SITUASI KAMTIBMAS YANG AMAN 0
- FKPPI KABUPATEN SLEMAN SIAP IKUT MENJAGA KEAMANAN, KEDAMAIAN, DAN KETERTIBAN0
- ORGANISASI BARATIKAM (BARISAN INTI KEAMANAN) DIY BERSEDIA MENCIPTAKAN SITUASI KAMTIBMAS YANG AMAN 0
- KOMUNITAS DRIVER SHOPEEFOOD YOGYAKARTA AKAN KEDEPANKAN MUSYAWARAH MUFAKAT0
Demonstrasi-demonstrasi
mahasiswa mulai bermunculan seiring dengan memanasnya situasi politik dan
ekonomi pada tahun 1960-an, yang mendorong adanya krisis ekonomi dan politik.
Krisis ekonomi terjadi karena adanya inflasi yang mencapai angka 450–600% karena
pemerintah mencetak uang yang sangat banyak. Akibat dari adanya inflasi adalah
harga-harga barang justru makin sulit didapatkan oleh masyarakat berpenghasilan
rendah.
Sementara
itu, krisis politik terjadi karena situasi perpolitikan Indonesia pada saat itu
didominasi oleh tiga kekuatan yang berbeda: Bung Karno, Angkatan Darat, dan
PKI. Angkatan Darat dan PKI saling bertentangan, akan tetapi kedua kubu
masing-masing mencitrakan diri sebagai pendukung Presiden Soekarno. Eskalasi
situasi politik yang makin memburuk ditandai dengan peristiwa Gerakan 30
September 1965, peristiwa penyerangan terhadap para jenderal Angkatan Darat
yang menelan tujuh korban. PKI dianggap bersalah dalam Gerakan 30 September,
sementara Bung Karno yang dekat dengan PKI berada dalam posisi yang sulit.
Dengan
dibantu oleh Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), pada tahun 1966
mahasiswa melakukan rangkaian aksi demonstrasi untuk menyalurkan aspirasi
tentang ketidakpuasan terhadap pemerintahan Soekarno.
Badan
Eksekutif Mahasiswa (BEM) KM Universitas Gadjah Mada aktif dalam menanggapi
permasalahan yang ada di Indonesia baik itu soal pendidikan, kesehatan,
agraria, dan bahkan infrastruktur. Hal tersebut dianggap karena ketidakmampuan
negara dalam menjamin kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia.
Baru baru
ini Mahasiswa Universitas Gadjah Mada beserta Guru Besar dan beberapa Dosen Universitas
Gadjah Mada menyuarakan aksi terkait putusan Makhamah
Konstitusi menjelang Pemilu 2024 yang dinilai terdapat kecurangan dari salah
satu Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden.
Sdr. Nugroho Prasetyo Aditama,
Mahasiswa Strata S-1 Jurusan Ilmu Politik dan Pemerintahan yang menjadi Ketua BEM
KM Universitas Gadjah Mada ini siap memimpin Mahasiswa Universitas Gadjah Mada untuk
berjuang dengan tetap menjaga kondusifitas di Kabupaten Sleman. BEM KM
Universitas Gadjah Mada sendiri menyatakan siap menjadi pelopor generasi muda
terutama Mahasiswa Universitas Gadjah Mada untuk turut serta serta bersama sama
elemen masyarakat, Polri dan TNI dalam menjaga kabupaten Sleman supaya tetap
kondusif.






