- BEM SI SIAP MENJADI PELOPOR PERJUANGAN PENDIDIKAN DAN MENJAGA KONDUSIFITAS DI YOGYAKARTA
- ALIANSI MAHASISWA UNY SIAP MEMPERJUNGKAN KEBEBASAN PERDANA ARIE DAN MENJAGA SLEMAN TETAP KONDUSIF
- SATGAS DPC PDIP KABUPATEN SLEMAN PERKUAT SOLIDITAS DAN KOMITMEN JAGA KAMTIBMAS
- KOMITMEN ALIANSI RAKYAT PEDULI INDONESIA (ARPI) DALAM MENJAGA INTEGRITAS DAN KEAMANAN DI KABUPATEN S
- KELUARGA MADURA YOGYAKARTA SIAP MEMBANTU MENCIPTAKAN SITUASI KAMTIBMAS YANG KONDUSIF DI KABUPATEN SL
- BRIGADE JOXZIN SATU KOMANDO PAKEM TEGASKAN KOMITMEN JAGA KAMTIBMAS
- SINERGI DPW FRONT PERSAUDARAAN ISLAM DIY DALAM MENJAGA KAMTIBMAS DI BUMI SEMBADA
- PAGUYUBAN PEDAGANG PASAR JANGKANG JAGA HARGA SEMBAKO MENJELANG HARI RAYA NATAL DAN TAHUN BARU 2025/2
- SEKOLAH POLITIK 101 DUKUNG SLEMAN TETAP AMAN
- LASKAR MACAN LORENG KABUPATEN SLEMAN BERKOMITMEN MENJAGA KAMTIBMAS SLEMAN KONDUSIF
BEM UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA SIAP TURUT SERTA BERSAMA ELEMEN MASYARAKAT, POLRI DAN TNI DALAM ME
BEM UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta siap turut serta bersama elemen masyarakat, Polri dan TNI dalam menjaga kabupaten Sleman supaya tetap kondusif.
Sebagai negara demokrasi, mahasiswa menjadi salah satu
aktor yang mengawasi dan menjaga jalannya demokrasi. Secara historis, gerakan
mahasiswa banyak terlibat dalam kehidupan politik Indonesia. Melalui
serangkaian pergerakan, mahasiswa senantiasa menyampaikan aspirasi tentang
jalannya pemerintahan dan kebijakan pemerintah, agar semata-mata tetap
memprioritaskan kepentingan rakyat.
Demonstrasi menjadi salah satu cara mahasiswa
menyampaikan aspirasi terhadap pemerintah. Kebersamaan mahasiswa dalam
berpendapat diharapkan menggugah para wakil rakyat dan pemerintah, agar tetap
memegang norma-norma kemanusiaan dalam menjalankan roda pemerintahan.
Baca Lainnya :
- FUSIKOM PPP SLEMAN SIAP BERSINERGI DEMI KAMTIBMAS SLEMAN KONDUSIF.0
- KOMUNITAS OJEK ONLINE AKAN LAKUKAN AKSI DAMAI DI DISHUB DIY0
- PERKUMPULAN PEDAGANG SUNDAY MORNING (PPSM) SIAP BERSINERGI BERSAMA POLRI - TNI DAN PEMERINTAH KABUPA0
- ORGANISASI KOALISI MASYARAKAT SIPIL UNTUK KEADILAN EKONOMI (MKE) BERSAMA POLRI TNI DAN PEMERINTAH DA0
- LASKAR BANTENG LERENG MERAPI: SIAP MENJAGA SITUASI KAMTIBMAS MENJELANG PELAKSANAAN PEMILU 2024.0
Demonstrasi-demonstrasi mahasiswa mulai bermunculan
seiring dengan memanasnya situasi politik dan ekonomi pada tahun 1960-an, yang
mendorong adanya krisis ekonomi dan politik. Krisis ekonomi terjadi karena
adanya inflasi yang mencapai angka 450–600% karena pemerintah mencetak uang
yang sangat banyak. Akibat dari adanya inflasi adalah harga-harga barang justru
makin sulit didapatkan oleh masyarakat berpenghasilan rendah.
Sementara itu, krisis politik terjadi karena situasi
perpolitikan Indonesia pada saat itu didominasi oleh tiga kekuatan yang
berbeda: Bung Karno, Angkatan Darat, dan PKI. Angkatan Darat dan PKI saling
bertentangan, akan tetapi kedua kubu masing-masing mencitrakan diri sebagai
pendukung Presiden Soekarno. Eskalasi situasi politik yang makin memburuk
ditandai dengan peristiwa Gerakan 30 September 1965, peristiwa penyerangan
terhadap para jenderal Angkatan Darat yang menelan tujuh korban. PKI dianggap
bersalah dalam Gerakan 30 September, sementara Bung Karno yang dekat dengan PKI
berada dalam posisi yang sulit.
Dengan dibantu oleh Angkatan Bersenjata Republik
Indonesia (ABRI), pada tahun 1966 mahasiswa melakukan rangkaian aksi
demonstrasi untuk menyalurkan aspirasi tentang ketidakpuasan terhadap
pemerintahan Soekarno.
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta aktif dalam menanggapi permasalahan yang ada di Indonesia baik itu
soal pendidikan, kesehatan, agraria, dan bahkan infrastruktur. Hal tersebut
dianggap karena ketidakmampuan negara dalam menjamin kesejahteraan seluruh
masyarakat Indonesia.
Baru baru ini Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
menyuarakan aksi terkait pembayaran Uang Kuliah Tunggal yang menurut rencana
dari pihak kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta akan memberikan keringanan
kepada mahasiswa yang kurang mampu namun sampai saat ini belum terealisasikan.
Aksi demonstrasi Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga sebagai bentuk tuntutan pada rektorat UIN
Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pasalnya, pihak rektorat belum memberi solusi kepada
mahsasiswa yang belum mampu membayar UKT yang terlalu tinggi
Sdr. Ahmad Makarim Pramudita, Mahasiswa Strata S-1
Jurusan Biologi yang menjadi Ketua DEMA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini siap
memimpin Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk berjuang dengan tetap
menjaga kondusifitas di Kabupaten Sleman. BEM UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
sendiri menyatakan siap menjadi pelopor generasi muda terutama Mahasiswa UIN
Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk turut serta serta bersama sama elemen
masyarakat, Polri dan TNI dalam menjaga kabupaten Sleman supaya tetap kondusif.






